MEDIALITERASI.CO.ID — Kepercayaan itu diberikan setelah Desa Kahala meraih Juara 1 Lomba Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan, Pencegahan, dan Penanganan Stunting tingkat Provinsi Kaltim 2026. Desa yang berada di Kecamatan Kenohan itu dinilai berhasil menekan angka tengkes melalui enam inovasi yang digabung dalam program Kahala Ceria (Keluarga Kahala Cegah Stunting Ibu dan Anak Sehat Bahagia).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim Siti Sugiyanti mengatakan, 25 anak berisiko stunting yang dipantau pada 2025 terus menunjukkan perkembangan positif. Penanganan dilakukan rutin, termasuk pemberian makanan tambahan, hingga berat badan mereka bertambah dan kondisi kesehatannya membaik.
Untuk ajang nasional tahun ini, DPMPD Kaltim tengah berkoordinasi dengan kementerian terkait. Persiapan yang dilakukan mencakup teknis pelaksanaan maupun jadwal penilaian agar Desa Kahala bisa tampil maksimal di tingkat nasional.
Pangan Lokal, Dapur Sehat, dan Program Seluang
Inovasi pangan lokal menjadi fondasi utama. Bahan pangan yang tersedia di Kahala dioptimalkan sebagai sumber makanan bergizi, melalui identifikasi bahan pangan, edukasi gizi seimbang, hingga demonstrasi menu sehat berbahan lokal.
Dapur Sehat Desa melengkapi dengan meningkatkan keterampilan keluarga menyiapkan makanan yang aman dan bergizi, termasuk praktik pengolahan makanan serta edukasi kebersihan dan keamanan pangan. Adapun Program Seluang memperkuat dukungan keluarga dengan pendampingan berbasis data, koordinasi kader, dan pemantauan berkala terhadap sasaran yang telah ditetapkan.
Posyandu Ramah Anak dan Payung Inovasi Terpadu
Dari sisi pelayanan, Posyandu Gembira dirancang agar kunjungan warga meningkat. Suasana dibuat ramah, edukatif, dan menyenangkan, dengan kegiatan penimbangan, pengukuran, serta aktivitas bermain anak.
Posyandu Kawasan Ramah Anak menciptakan lingkungan yang aman dan bersih untuk mendukung tumbuh kembang anak. Layanan ini dilengkapi area bermain yang aman, stimulasi edukatif, serta edukasi pengasuhan dan keselamatan bagi orang tua.
Semua inovasi tersebut disatukan oleh Inovasi Terpadu Pencegahan Stunting, yang menjadi payung koordinasi antara data sasaran, pelayanan kesehatan, intervensi gizi, pengasuhan, hingga tindak lanjut bagi keluarga berisiko tengkes.