MEDIALITERASI.CO.ID — Kunjungan itu dilakukan Aliyah bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar dan diterima Wakil Duta Besar RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung beserta pejabat KBRI Tokyo. Pembahasan berfokus pada penguatan hubungan antarkota melalui skema City-to-City Collaboration Project sekaligus memperluas jejaring pembangunan berkelanjutan.
“Berbagai peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan Kota Makassar tentu harus terus dijajaki. Mulai dari lingkungan, transportasi, pengendalian banjir, pengembangan ekonomi hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Aliyah dalam keterangan resmi yang diterima di Makassar, Rabu.
Peta Kolaborasi dengan Tiga Kota Jepang
Pemerintah Kota Makassar telah mengidentifikasi tiga kota mitra potensial dengan fokus bidang berbeda. Yokohama digadang-gadang menjadi mitra dalam pengembangan transportasi dan energi, Kawasaki untuk manajemen air serta pengendalian banjir, dan Maniwa untuk ekonomi sirkular serta manajemen persampahan.Di samping itu, Makassar juga membuka peluang kerja sama di sektor ketenagakerjaan, pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan pendidikan. Aliyah menegaskan kunjungan ke KBRI Tokyo penting untuk memperkuat komunikasi serta koordinasi dengan beragam pihak di Jepang.
Makassar Jadi Pembicara di Forum Lingkungan Yokohama
Kunjungan tersebut bertepatan dengan undangan Wali Kota Yokohama untuk hadir pada Asia-Pacific Circular Cities Forum (APCC) 2026, yang digelar di Yokohama pada 2–4 September 2026. Makassar, sebagai salah satu inisiator Asian Circular Cities Declaration (ACCD) yang mewakili kota-kota Indonesia, dijadwalkan menjadi pembicara pada Plenary Session 1, 3 September 2026.Pada forum itu, pemerintah kota akan memaparkan materi berjudul “Makassar City Waste Management Policy”. Paparan tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan kebijakan Makassar dalam pengelolaan persampahan serta komitmen pembangunan kota berkelanjutan di tingkat Asia-Pasifik.
Aliyah dalam kesempatan itu didampingi Staf Ahli Wali Kota Makassar Herfidha Attas, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Makassar Helmy Budiman, dan Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Makassar Andi Zulfitrah.