MEDIALITERASI.CO.ID — Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov menyatakan prospek penyelesaian konflik Ukraina secara politik dan diplomatik tidak lebih dekat dibandingkan beberapa bulan lalu. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Moskow, merespons usulan gencatan senjata di sektor energi yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Ryabkov menuding perwakilan kubu pro-perang di Eropa sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kondisi tersebut. Menurutnya, posisi itu membuat upaya negosiasi jalan di tempat dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Sikap Moskow atas Usulan Gencatan Senjata Sektor Energi
Menanggapi usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai gencatan senjata di sektor energi antara Rusia dan Ukraina, Ryabkov mengatakan Moskow menanggapi pernyataan Washington dengan serius. Ia menegaskan pihaknya tidak mengabaikan setiap sinyal yang datang dari pemerintahan Trump.
Ryabkov mencatat pernyataan AS tidak selalu dibarengi tindakan nyata di lapangan. Karena itu, Rusia memilih menunggu langkah konkret sebelum menilai keseriusan usulan tersebut.
Tidak Ada Prasyarat untuk Dialog Stabilitas Strategis
Saat ditanya soal prospek komunikasi Moskow dan Washington terkait stabilitas strategis, Ryabkov menyatakan belum ada prasyarat maupun peluang untuk memulai dialog. Ia menyebut Rusia hanya akan bersedia membahas isu itu jika AS mengambil langkah nyata memperbaiki hubungan bilateral.
"Rusia hanya akan bersedia membahas stabilitas strategis dengan AS jika Washington mengambil langkah konkret untuk memperbaiki hubungan bilateral, alih-alih sekadar melontarkan apa yang ia sebut sebagai pernyataan kosong," ujar Ryabkov.
AS Belum Beri Notifikasi soal Senjata di Orbit Bumi
Pada isu keamanan antariksa, Ryabkov mengatakan AS belum memberi tahu Rusia mengenai penempatan senjata di orbit dekat Bumi. Ia menambahkan masih ada waktu untuk mencegah perlombaan senjata di luar angkasa.
Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan yang belum mereda antara Moskow dan Washington. Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS atas pernyataan Ryabkov tersebut.
Posisi Rusia ini menandai bahwa jalur diplomasi untuk mengakhiri perang di Ukraina masih jauh dari titik temu. Baik Moskow maupun Washington belum menunjukkan kesepakatan soal kerangka negosiasi yang bisa diterima kedua pihak.