JAKARTA - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mandiri kembali menjadi pilihan utama pelaku UMKM untuk memperoleh tambahan modal usaha. Pinjaman ini menawarkan plafon mulai Rp10 juta hingga Rp500 juta dengan tenor maksimal 60 bulan, menyesuaikan kebutuhan usaha.
Fleksibilitas Cicilan Berdasarkan Tenor Pinjaman
Simulasi angsuran KUR Mandiri menunjukkan besaran cicilan berbeda tergantung tenor yang dipilih. Semakin panjang tenor, cicilan bulanan semakin ringan, meskipun total pembayaran bunga menjadi lebih besar.
Untuk pinjaman Rp10 juta, cicilan per bulan berkisar: 12 bulan Rp860.664, 24 bulan Rp443.206, dan 36 bulan Rp304.219. Skema ini memberikan fleksibilitas bagi pelaku UMKM dalam mengatur arus kas usaha mereka.
Namun, nominal cicilan akhir tetap bergantung pada hasil analisis bank, termasuk survei usaha dan kemampuan finansial calon debitur. Keputusan pinjaman juga mempertimbangkan histori kredit dan stabilitas usaha di lapangan.
Plafon Pinjaman hingga Rp500 Juta dan Ketentuan Tenor
KUR Mandiri menyediakan pinjaman mulai Rp10 juta hingga Rp500 juta dengan tenor maksimal 60 bulan untuk plafon tertentu. Tenor 60 bulan biasanya berlaku untuk limit hingga Rp110 juta, sedangkan nominal lebih tinggi disesuaikan berdasarkan hasil survei kelayakan usaha.
Bank melakukan evaluasi omzet, stabilitas usaha, dan histori kredit calon debitur sebelum menyetujui plafon. Hal ini memastikan pinjaman yang diberikan sesuai dengan kapasitas pembayaran dan risiko bank tetap terkendali.
Syarat dan Dokumen Pengajuan KUR Mandiri
Calon debitur wajib memiliki usaha aktif dan menyertakan surat keterangan usaha. Dokumen lain yang dibutuhkan antara lain fotokopi agunan (BPKB atau sertifikat), KTP suami istri, Kartu Keluarga, dan surat nikah.
Selain itu, pas foto 4x6 suami istri serta NPWP untuk limit di atas Rp50 juta juga harus disiapkan. Kelengkapan dokumen sangat menentukan kelancaran proses persetujuan kredit.
Proses Survei dan Persetujuan Pinjaman
Setelah dokumen lengkap, pihak bank melakukan survei usaha untuk memastikan bisnis benar-benar berjalan. Hasil survei akan menentukan apakah pengajuan disetujui penuh, sebagian, atau ditolak.
Pengajuan yang realistis dan sesuai kemampuan bayar memiliki peluang lebih besar untuk disetujui. Hal ini menekankan pentingnya menghitung proyeksi pendapatan dan pengeluaran bulanan sebelum mengajukan kredit.
Pentingnya Mengatur Kemampuan Bayar dan Risiko Usaha
Sebelum mengajukan pinjaman, UMKM sebaiknya menghitung secara rinci proyeksi laba bersih dan cicilan. Cicilan yang terlalu besar justru berpotensi mengganggu operasional harian, sehingga pemilihan tenor dan plafon harus disesuaikan.
Pinjaman modal dapat membantu ekspansi usaha, membeli peralatan, menambah stok, atau memperluas distribusi. Dengan memahami simulasi angsuran, KUR Mandiri bisa menjadi alat mendukung pertumbuhan usaha, bukan beban finansial baru.
Tabel Simulasi Angsuran KUR Mandiri 2026
| Plafon Pinjaman | Tenor | Cicilan Per Bulan (Rp) |
|---|---|---|
| 10 Juta | 12 bulan | 860.664 |
| 10 Juta | 24 bulan | 443.206 |
| 10 Juta | 36 bulan | 304.219 |
| 50 Juta | 12 bulan | 4.303.321 |
| 50 Juta | 24 bulan | 2.216.031 |
| 50 Juta | 36 bulan | 1.521.097 |
| 100 Juta | 12 bulan | 8.606.400 |
| 100 Juta | 24 bulan | 4.431.700 |
| 100 Juta | 36 bulan | 3.041.800 |
| 100 Juta | 48 bulan | 2.347.400 |
| 100 Juta |