APBN

Pemerintah Pastikan APBN Jadi Sumber Pembayaran Utang Kereta Cepat Whoosh Jakarta–Bandung 2026

Pemerintah Pastikan APBN Jadi Sumber Pembayaran Utang Kereta Cepat Whoosh Jakarta–Bandung 2026
Pemerintah Pastikan APBN Jadi Sumber Pembayaran Utang Kereta Cepat Whoosh Jakarta–Bandung 2026

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pelunasan utang kereta cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun akan menggunakan dana APBN. Pernyataan ini disampaikan usai Konferensi Pers terkait Stimulus Ekonomi Triwulan 1 dan Kesiapan Angkutan IdulFitri 2026 pada Selasa, 10 Februari 2026, di Stasiun Gambir.

Ketika ditanya wartawan mengenai sumber pembayaran utang Whoosh, Prasetyo menegaskan, "Iya [sumber pembayaran utang Whoosh dari APBN]." Hal ini menjadi kepastian bagi publik terkait pendanaan proyek yang memiliki beban utang besar tersebut.

Progres Penanganan Utang Whoosh Masih Finalisasi

Prasetyo menjelaskan bahwa perkembangan terbaru mengenai utang Whoosh masih berada dalam tahap finalisasi. Berdasarkan rapat di Danantara, proses negosiasi dan pembicaraan teknis dipimpin langsung oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara.

"Kemarin laporan terakhir rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi dan sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," ujar Prasetyo. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah terus memantau penyelesaian utang secara transparan.

Masalah utang proyek KCJB Whoosh memang menjadi perhatian publik karena total beban utang mencapai Rp116 triliun. Pemantauan intensif oleh pemerintah diharapkan dapat mendorong proses pelunasan yang terencana dan terukur.

Pembayaran Utang Whoosh Rp1,2 Triliun Per Tahun

Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa Indonesia akan membayar sekitar Rp1,2 triliun per tahun untuk pelunasan utang kereta cepat tersebut. Pernyataan ini menguatkan komitmen pemerintah dalam menuntaskan kewajiban finansial proyek transportasi strategis ini.

"Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar [utang Whoosh] mungkin Rp1,2 triliun per tahun," kata Prabowo kepada wartawan. Ia juga menegaskan bahwa pembayaran dilakukan sesuai kemampuan fiskal negara tanpa mengganggu anggaran pembangunan lainnya.

Menurut Prabowo, pembahasan kereta cepat Whoosh seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi utang. Proyek ini juga memiliki manfaat nyata bagi masyarakat, seperti mengurangi kemacetan, menekan polusi, dan mempercepat waktu perjalanan antar kota.

Manfaat Strategis Kereta Cepat bagi Indonesia

Keberadaan kereta cepat warisan era Presiden ke-7 RI Joko Widodo menunjukkan kemampuan Indonesia menguasai teknologi transportasi modern. Proyek ini sekaligus menjadi simbol kerja sama strategis dengan China, menegaskan posisi Indonesia dalam industri kereta cepat global.

Prabowo meminta masyarakat untuk tidak menambah gaduh terkait polemik Whoosh. Pemerintah diyakini tidak akan lepas tangan dalam menyelesaikan utang dan memastikan proyek beroperasi sesuai rencana.

Kereta cepat ini juga menjadi sarana untuk mengurangi beban lalu lintas di jalan raya. Dengan perjalanan yang lebih cepat, masyarakat dapat menghemat waktu dan biaya transportasi.

Transparansi dan Koordinasi Pemerintah dalam Penyelesaian Utang

Finalisasi pembayaran utang Whoosh dilakukan melalui mekanisme yang jelas dan transparan. Pemerintah terus berkoordinasi dengan Danantara untuk memastikan semua proses sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Langkah ini diharapkan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan proyek transportasi strategis. Proses negosiasi yang dipimpin CEO Danantara menjadi tanda keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan kewajiban finansial.

Pemerintah menekankan bahwa proyek kereta cepat bukan hanya soal utang. Keberadaan KCJB Whoosh memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan, termasuk peningkatan mobilitas masyarakat dan daya saing teknologi nasional.

Dengan pengawasan yang ketat, pembayaran utang diharapkan tidak mengganggu stabilitas fiskal negara. Strategi ini juga memastikan bahwa APBN digunakan secara efisien dan tepat sasaran.

Pemerintah ingin memastikan bahwa pelunasan utang berlangsung secara bertahap, sesuai kemampuan finansial negara. Hal ini penting agar proyek kereta cepat tetap berkelanjutan dan dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar proses pembayaran utang tidak menimbulkan risiko tambahan. Pendekatan ini menunjukkan komitmen pemerintah menjaga transparansi dan akuntabilitas publik.

Selain itu, pemerintah juga memantau perkembangan proyek dari sisi teknis dan operasional. Tujuannya agar kereta cepat Whoosh dapat berfungsi optimal sekaligus mendukung program transportasi nasional.

Dengan strategi ini, masyarakat dapat melihat manfaat nyata dari proyek KCJB Whoosh. Selain itu, transparansi pembayaran utang menegaskan komitmen pemerintah menjaga kepercayaan publik.

Proses pembayaran yang bertahap juga memudahkan pemerintah dalam menyesuaikan alokasi APBN. Langkah ini memastikan keseimbangan antara penyelesaian utang dan kebutuhan pembangunan lainnya.

Pemerintah berharap masyarakat memahami bahwa pelunasan utang Whoosh adalah bagian dari strategi ekonomi jangka panjang. Keberadaan kereta cepat diharapkan meningkatkan efisiensi transportasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dengan mekanisme yang jelas, finalisasi utang Whoosh akan berjalan lancar. Koordinasi antara pemerintah dan Danantara menjadi langkah konkret untuk menyelesaikan kewajiban keuangan tanpa menimbulkan polemik baru.

Keberlanjutan proyek kereta cepat juga menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mengelola proyek strategis besar. Semua proses dirancang agar dampak positif bagi masyarakat dapat dirasakan secara maksimal.

Pemerintah menegaskan bahwa pembayaran utang Whoosh akan terus dipantau agar sesuai rencana. Dengan demikian, proyek kereta cepat Jakarta–Bandung tetap berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index