JAKARTA - Kota Tangerang bukan hanya pusat bisnis, tetapi juga rumah bagi beragam budaya. Di kawasan Pasar Lama, perpaduan budaya Betawi, Sunda, dan Tionghoa terlihat jelas melalui arsitektur dan aktivitas warganya.
Salah satu ikon budaya Tionghoa di sini adalah Klenteng Boen Tek Bio, klenteng tertua di Tangerang. Keberadaan komunitas Tionghoa Benteng atau Ciben juga menambah kekayaan budaya, khususnya melalui kuliner khas yang bisa ditemukan di sekitar pasar.
Ketika Imlek tiba, Pasar Lama menjadi lebih hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan. Warga lokal dan wisatawan ramai beribadah dan menikmati suasana meriah di Klenteng Boen Tek Bio.
Selain itu, kawasan ini juga dikenal dengan ragam kuliner Chinese food yang kental cita rasa oriental. Mulai dari sarapan pagi hingga jajanan tradisional, semuanya bisa dijumpai di sepanjang jalan Pasar Lama.
Sate Babi Benteng Ko Pipik: Legenda Kuliner Pasar Lama
Salah satu kuliner paling populer di sekitar Klenteng Boen Tek Bio adalah Sate Babi Ko Pipik. Warung ini menawarkan berbagai pilihan sate mulai dari daging, kulit, samcian, usus, ati, hingga sate manis yang menjadi favorit pengunjung.
Harga sate di sini cukup terjangkau, mulai Rp 8.000 per tusuk. Kelezatan sate ini tidak hanya pada dagingnya, tetapi juga bumbu manis dan gurih yang meresap sempurna.
Mie Joy dan Menu Sarapan Oriental yang Lezat
Bagi pecinta mie, Mie Joy menjadi tempat yang wajib dikunjungi di Pasar Lama. Kedai ini menawarkan bakmi dan bihun dengan berbagai varian, seperti mie ayam, mie babi, mie jamur, dan mie kangkung.
Tak hanya itu, tersedia juga side dish seperti swekiau, bakso, dan pangsit. Seporsi mie di Mie Joy dibanderol Rp 17.000–Rp 30.000, lengkap dengan free refill teh tawar bagi pengunjung.
Nasi Campur dan Ragam Masakan Tionghoa-Jawa
Kedai Khoe menyediakan aneka hidangan khas Tionghoa dan Jawa di dekat klenteng. Menu yang ditawarkan sangat lengkap, mulai dari nasi campur, nasi bakmoy, soto, hingga olahan babi, kuotie, dan nasi pecel.
Harga per porsi nasi campur berada di kisaran Rp 32.000–Rp 35.000. Rasa masakannya yang autentik menjadikan tempat ini favorit bagi penduduk lokal maupun wisatawan.
Laksa Ci Ikim: Laksa dengan Sentuhan Lokal yang Melimpah
Laksa Ci Ikim di Tangerang menawarkan pengalaman kuliner berbeda. Laksa ini berisi telur, ayam suwir, kemangi, toge, emping, bawang goreng, ebi, dan mie bihun dengan porsi yang cukup besar.
Satu porsi laksa dihargai Rp 27.000. Topping yang melimpah dan rasa khas membuat laksa ini selalu ramai pengunjung, terutama saat akhir pekan dan hari Imlek.
Minuman Segar di Es Kode: Ragam Pilihan untuk Menyegarkan Hari
Es Kode menjadi pilihan tepat untuk menikmati minuman segar di Pasar Lama. Menu yang tersedia sangat beragam, mulai dari es campur, es teler, es buah, es alpukat, hingga es soda susu.
Harga minuman mulai Rp 12.000 untuk ukuran kecil dan Rp 15.000 untuk ukuran besar. Menu best seller es campur terdiri dari jelly, cincau, alpukat, kolang-kaling, tape, serutan kelapa, es serut, dan siraman susu coklat.
Kue Tradisional Tionghoa yang Penuh Makna
Pasar Lama Tangerang juga terkenal dengan kue-kue tradisional khas Tionghoa. Salah satunya adalah kue mangkok merah yang melambangkan kelimpahan rezeki dan keberuntungan.
Selain itu, ada kue ku atau kue kura-kura yang menjadi simbol panjang umur. Isian kue ku berupa kacang hijau tumbuk dengan tekstur kenyal dan rasa gurih-manis yang menggugah selera.
Tak kalah menarik adalah kue bulan yang dipanggang dengan isian coklat dan kacang mede. Rasa kue bulan yang tidak terlalu manis membuatnya cocok untuk lidah banyak orang dan menjadi camilan favorit saat Imlek.
Dengan delapan kuliner khas Tionghoa ini, merayakan Imlek di Pasar Lama Tangerang menjadi pengalaman yang lengkap. Tidak hanya menikmati suasana budaya, tetapi juga menyantap hidangan lezat yang kaya tradisi dan sejarah.