Cara Menjaga Kesehatan Ginjal Selama Puasa Ramadan Agar Tubuh Tetap Optimal

Selasa, 03 Maret 2026 | 10:58:30 WIB
Cara Menjaga Kesehatan Ginjal Selama Puasa Ramadan Agar Tubuh Tetap Optimal

JAKARTA - Menjalani ibadah puasa bukan berarti mengabaikan kesehatan ginjal. Pola minum dan makan yang tepat menjadi kunci agar organ vital ini tetap berfungsi optimal sepanjang Ramadan.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal-hipertensi lulusan Universitas Hasanuddin, Dina Nilasari menegaskan pentingnya menjaga asupan cairan selama berpuasa. “Menjaga kesehatan ginjal selama bulan puasa itu dengan minum yang cukup. Tentunya pada saat sahur dan berbuka tidak boleh kita melewatkannya ya,” kata Dina beberapa waktu lalu.

Menurut Dina, kebutuhan cairan minimal dua liter atau setara delapan gelas per hari tetap harus dipenuhi. Hal ini berlaku meski waktu minum terbatas antara berbuka hingga sahur.

Asupan cairan yang cukup membantu mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi dapat membebani kerja ginjal dan menimbulkan gangguan fungsi organ ini.

Selain air putih, cairan juga bisa diperoleh dari buah utuh. Pisang atau jus buah berserat saat berbuka sangat dianjurkan untuk menjaga hidrasi tubuh.

“Jus usahakan jangan yang hanya air saja tapi dengan ampasnya. Karena yang hanya air saja itu juga gula, sama saja dengan kita meminum gula,” kata Dina. Jus dengan serat membantu penyerapan gula berlangsung lebih lambat sehingga lebih aman bagi tubuh.

Hindari Gula Buatan, Pilih Pemanis Alami

Dina menyarankan agar jus dibuat sendiri di rumah untuk memastikan kebersihan dan kandungan gizinya. Sebaiknya jangan menambahkan gula agar tetap sehat dan aman bagi ginjal.

Pemanis alami seperti stevia masih diperbolehkan. “Tapi memakai jenis seperti Stevia boleh karena itu natural, yang tidak oke adalah yang gula buatan seperti sakarin. Itu dianggap penelitian bisa menyebabkan kanker, jadi mungkin kita harus hindari itu,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada klaim jus kemasan yang mengaku tanpa gula tambahan. Belum tentu semua jus kemasan termasuk kategori minuman sehat, sehingga kehati-hatian tetap diperlukan.

Kebiasaan minum kopi atau teh saat sahur sebaiknya dikurangi. Kandungan kafein dapat memicu diuresis, yaitu peningkatan produksi dan pengeluaran urine oleh ginjal.

Akibatnya, frekuensi buang air kecil meningkat dan risiko dehidrasi saat berpuasa menjadi lebih tinggi. Dengan demikian, pemilihan minuman saat sahur perlu diperhatikan demi kesehatan ginjal.

Pola Makan Sehat untuk Ginjal yang Tetap Optimal

Selain cairan, pola makan juga menentukan kesehatan ginjal selama berpuasa. Konsumsi sayur dan buah yang kaya mineral serta serat sangat dianjurkan untuk mendukung fungsi organ ini.

Sebaliknya, makanan manis berlebihan, kue, makanan bertepung, dan gorengan sebaiknya dibatasi. Namun, konsumsi kurma tetap aman selama jumlahnya wajar dan tidak berlebihan.

“Tapi kalau misalnya kurma itu dimakan sampai tiga butir itu masih tidak ada masalah,” ucap Dina. Kurma tetap menjadi sumber energi cepat yang baik untuk berbuka puasa tanpa membebani ginjal.

Menjaga ginjal tetap sehat selama puasa bukan hal sulit. Disiplin dalam mengatur asupan cairan dan makanan menjadi kunci agar ibadah tetap lancar tanpa mengorbankan kesehatan.

Tips Praktis Memenuhi Kebutuhan Cairan dan Nutrisi

Selama Ramadan, sebaiknya minum air secara bertahap mulai dari berbuka hingga sahur. Hal ini membantu tubuh menyerap cairan lebih optimal dibanding minum sekaligus dalam jumlah banyak.

Selain itu, kombinasikan minuman dengan makanan yang kaya serat. Buah segar atau sayur yang dimasak ringan membantu ginjal tetap sehat sekaligus menjaga kenyang lebih lama.

Perlu diingat untuk mengurangi konsumsi minuman berkafein dan manis berlebihan. Kedua hal ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan memicu gangguan fungsi ginjal.

Membiasakan diri untuk membaca label minuman kemasan juga penting. Pastikan tidak mengandung pemanis buatan berisiko dan pilih yang alami serta rendah gula agar aman dikonsumsi saat puasa.

Menjaga Ginjal Tetap Prima Sepanjang Ramadan

Dengan perhatian yang tepat terhadap cairan dan pola makan, ginjal tetap dapat berfungsi optimal selama puasa. Kebiasaan sehat ini membuat tubuh tidak mudah lelah dan ibadah dapat dilakukan dengan nyaman.

Keseimbangan antara hidrasi, makanan bergizi, dan penghindaran konsumsi berlebih menjadi strategi utama. Hal ini juga membantu mencegah komplikasi ginjal jangka panjang yang mungkin muncul akibat dehidrasi atau pola makan tidak sehat.

Puasa tidak harus membebani kesehatan ginjal. Justru dengan perencanaan yang baik, Ramadan dapat dijalani dengan tubuh tetap bugar dan ginjal bekerja maksimal.

Dengan menerapkan tips dari Dina Nilasari, masyarakat dapat menjaga kesehatan ginjal tanpa mengurangi kualitas ibadah. Kombinasi minum cukup, konsumsi sayur dan buah, serta pembatasan gula dan gorengan menjadi langkah paling efektif.

Terkini