Strategi Pemerintah dan Komunitas Kreatif Dalam Rehabilitasi Pasca Bencana Sumatera Sampai Tuntas

Selasa, 24 Februari 2026 | 13:30:21 WIB
Strategi Pemerintah dan Komunitas Kreatif Dalam Rehabilitasi Pasca Bencana Sumatera Sampai Tuntas

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut rehabilitasi pascabencana di 52 kabupaten/kota di Sumatera memerlukan waktu panjang hingga tahunan. Hal ini disampaikan AHY usai berdiskusi dengan komunitas pemuda ekonomi kreatif di Onyx, Kota Serang, Banten, Sabtu, 21 Februari 2026.

AHY menegaskan tidak semua kabupaten/kota pulih seperti sediakala. Infrastruktur dasar, jalan, jembatan, air bersih, rumah sakit, sekolah, dan rumah ibadah tetap menjadi fokus utama pemerintah.

Penanganan Bertahap dengan Hunian Sementara

Pemerintah menjalankan rehabilitasi secara bertahap dengan mengerahkan alat berat dan personel. Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak juga dilakukan untuk mengurangi warga mengungsi.

“Mohon dapat dipahami rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sebesar bencana Sumatera kemarin ini butuh waktu tahunan, tidak hanya bulanan,” ujar AHY. Dua hingga tiga tahun diperlukan bagi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk menyelesaikan tugasnya.

Fokus pada Relokasi dan Penataan Ruang

Pemulihan tidak hanya mencakup pembangunan kembali rumah rusak, tetapi juga penataan ruang untuk menghindari lokasi rawan bencana. AHY menegaskan relokasi perlu dilakukan dengan mekanisme yang kredibel dan terencana.

Proses relokasi ini memerlukan waktu dan perencanaan matang. Hal ini bertujuan memastikan warga tidak kembali menempati daerah berisiko tinggi.

Peran Konektivitas dan Kolaborasi Multi Pihak

Konektivitas antarwilayah menjadi perhatian utama dalam percepatan pemulihan pascabencana. Pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, relawan, dan filantropis terlibat langsung di lapangan untuk mendukung percepatan penanganan.

“Perumahan rakyat menjadi PR besar ketika banyak rumah hancur atau rusak berat,” jelas AHY. Sementara itu, pembangunan rumah hunian sementara diharapkan mengurangi pengungsian secara signifikan.

Dukungan Terhadap Ekonomi Kreatif

Dalam kesempatan yang sama, AHY berdialog dengan pelaku ekonomi kreatif melalui Forum Ekraf Banten. Pemerintah mendorong hadirnya ruang kreatif atau Creative Hub di berbagai kota sebagai jembatan kreativitas lintas generasi.

“Semangatnya adalah kita, pemerintah, juga berupaya agar di setiap kota hadir Creative Hub, sebuah pusat yang bisa menjadi jembatan kreativitas lintas generasi,” kata AHY. Kehadiran ruang kreatif ini diharapkan mendukung pengembangan ekonomi lokal pascabencana.

Penyusunan Kawasan Transmigrasi di Banten Selatan

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyampaikan pihaknya tengah meninjau usulan transmigrasi lokal di Banten Selatan. Usulan ini diajukan oleh Bupati Pandeglang untuk menciptakan pemukiman baru yang terencana.

“Sekarang kita masih tinjau, tentu saja untuk penyusunan kawasan transmigrasi ada rencana kawasan transmigrasinya dulu,” jelas Iftitah. Studi kelayakan akan menentukan apakah pengembangan transmigrasi dapat dilanjutkan.

Komitmen Jangka Panjang Pemerintah

Pemerintah menekankan rehabilitasi pascabencana bukan pekerjaan singkat. Dengan melibatkan berbagai pihak dan perencanaan matang, diharapkan pemulihan infrastruktur dan hunian dapat berjalan optimal hingga beberapa tahun ke depan.

Kombinasi pembangunan hunian sementara, relokasi strategis, dan dukungan ekonomi kreatif menjadi strategi terpadu. Pendekatan ini memastikan masyarakat terdampak bisa pulih, produktif, dan lebih siap menghadapi bencana di masa depan.

Terkini