Laba Bank Mandiri 2025 Capai Rp56,3 Triliun, DPR 79 Persen Buka Peluang Dividen Lebih Tinggi

Jumat, 20 Februari 2026 | 08:55:12 WIB
Laba Bank Mandiri 2025 Capai Rp56,3 Triliun, DPR 79 Persen Buka Peluang Dividen Lebih Tinggi

JAKARTA - Pergerakan saham perbankan kembali menjadi perhatian setelah manajemen Bank Mandiri memberi sinyal penting terkait pembagian dividen tahun buku 2025. Isu dividend payout ratio dan arah kebijakan bisnis perseroan pun langsung menjadi bahan diskusi di kalangan investor.

Di tengah ekspektasi pasar yang tinggi, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akhirnya buka suara mengenai kisaran dividend payout ratio serta perkembangan Rencana Bisnis Bank untuk tahun buku 2025. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh jajaran manajemen dalam agenda resmi perseroan.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan usulan DPR kemungkinan berada di kisaran 79%. Namun demikian, keputusan final tetap akan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS.

"Tapi pasti lebih baik lah dibanding tahun lalu. Lihat saja tahun lalu berapa," ujar Riduan.

Pernyataan tersebut memberi sinyal optimisme kepada pemegang saham. Angka 79% dinilai lebih tinggi dibanding kebijakan pembagian laba sebelumnya.

Diketahui, pada tahun lalu pemegang saham BMRI sepakat untuk membagikan 78% dari laba tahun buku 2024. Nilai tersebut setara Rp43,5 triliun yang dialokasikan sebagai dividen.

Dengan pembagian tersebut, investor mendapatkan sekitar Rp466,18 per saham. Kebijakan itu menjadikan Bank Mandiri sebagai salah satu emiten perbankan dengan rasio pembagian laba yang agresif.

Kisaran DPR 79 Persen dan Harapan Investor

Rencana DPR di kisaran 79% menunjukkan konsistensi perseroan dalam memberikan imbal hasil menarik kepada investor. Kenaikan tipis dari 78% ke 79% tetap dipandang signifikan mengingat skala laba yang besar.

Jika angka tersebut disetujui dalam RUPS, maka potensi dividen tunai berpeluang meningkat. Investor pun menanti detail resmi terkait tanggal cum date dan pembayaran dividen.

Kebijakan ini juga mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap kondisi likuiditas dan permodalan perseroan. Dengan tetap membagikan sebagian besar laba, bank menunjukkan fundamental yang solid.

Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan pemegang saham melalui forum resmi. Manajemen hanya menyampaikan usulan yang akan dibahas lebih lanjut.

Rencana Bisnis Bank 2025 Belum Direvisi

Selain soal dividen, perhatian publik juga tertuju pada Rencana Bisnis Bank atau RBB 2025. Riduan memastikan perseroan belum melakukan revisi atas dokumen yang telah disampaikan kepada regulator.

"Iya, kita kan RBB-nya sudah kita sampaikan Desember. Jadi, kita teruskan aja dengan RBB yang ada sekarang. Nanti Juni mungkin baru kita lihat kekembangannya untuk revisi atau nggak. Iya, tapi kan kita selalu bekerja lebih dari RBB," katanya.

Artinya, hingga saat ini Bank Mandiri masih menjalankan strategi sesuai rencana awal. Evaluasi kemungkinan revisi baru akan dilakukan sekitar Juni 2026 setelah melihat perkembangan kinerja.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa manajemen masih percaya diri terhadap proyeksi awal. Tidak adanya revisi dini menunjukkan stabilitas arah bisnis.

RBB menjadi dokumen penting karena memuat target pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga, hingga laba bersih. Setiap perubahan biasanya dipicu oleh dinamika ekonomi atau regulasi.

Laba Bersih 2025 Capai Rp56,3 Triliun

Dari sisi kinerja, Bank Mandiri mencatat laba bersih konsolidasi Rp56,3 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut meningkat 0,93% secara tahunan dibandingkan tahun 2024.

Kenaikan memang tidak terlalu besar secara persentase. Namun secara nominal, angka tersebut tetap mencerminkan kekuatan profitabilitas bank dengan skala aset jumbo.

Berikut ringkasan kinerja utama Bank Mandiri tahun 2025:

IndikatorRealisasi 2025Pertumbuhan YoY
Laba Bersih KonsolidasiRp56,3 triliun0,93%
Dividend Payout Ratio (Usulan)79%Lebih tinggi dari 2024
DPR Tahun Buku 202478%-
Total Dividen 2024Rp43,5 triliun-
Dividen per Saham 2024Rp466,18-

Tabel tersebut menggambarkan posisi kinerja dan kebijakan pembagian laba perseroan. Investor dapat melihat kesinambungan antara pertumbuhan laba dan rasio dividen.

Selain laba, aset bank juga mencatat pertumbuhan signifikan. Pada periode yang sama, total aset meningkat 18,7% secara tahunan.

"Ini jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional," katanya.

Pertumbuhan aset yang melampaui rata-rata industri menjadi sinyal ekspansi yang kuat. Hal ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam memperbesar skala usaha di tengah persaingan ketat.

Fundamental Kuat di Tengah Dinamika Industri

Kinerja positif tersebut tidak terlepas dari strategi ekspansi kredit dan pengelolaan risiko yang disiplin. Bank Mandiri dinilai mampu menjaga kualitas aset sekaligus mendorong pertumbuhan.

Pertumbuhan 18,7% pada aset mencerminkan ekspansi yang agresif namun tetap terukur. Di saat yang sama, profitabilitas tetap terjaga dengan laba puluhan triliun rupiah.

Kombinasi antara pertumbuhan aset dan laba stabil menjadi faktor penting dalam menentukan DPR tinggi. Semakin kuat fundamental, semakin besar ruang untuk membagikan laba kepada pemegang saham.

Pasar kini menanti kepastian resmi dalam RUPS terkait usulan 79%. Jika disahkan, maka kebijakan tersebut akan mempertegas posisi Bank Mandiri sebagai emiten dengan dividen menarik.

Stabilitas RBB yang belum direvisi juga menunjukkan arah bisnis yang konsisten. Manajemen tampak memilih fokus pada eksekusi strategi ketimbang mengubah proyeksi secara dini.

Dengan laba Rp56,3 triliun dan aset tumbuh dua digit, fondasi keuangan bank terlihat kokoh. Hal ini memberi ruang fleksibilitas dalam menghadapi dinamika ekonomi sepanjang 2026.

Bagi investor, kombinasi pertumbuhan aset 18,7% dan kenaikan laba 0,93% menjadi indikator penting. Meski pertumbuhan laba moderat, skala keuntungan tetap besar dan berkelanjutan.

Keputusan final mengenai DPR akan menjadi momentum penting bagi pasar. Angka 79% jika terealisasi akan memperkuat sentimen positif terhadap saham BMRI.

Manajemen sendiri menegaskan bahwa kinerja perseroan selalu ditargetkan melampaui RBB. Pernyataan tersebut menjadi sinyal ambisi pertumbuhan yang lebih tinggi dari rencana awal.

Dengan seluruh capaian tersebut, perhatian kini tertuju pada agenda RUPS mendatang. Investor berharap kepastian pembagian dividen dapat segera diumumkan secara resmi.

Bank Mandiri menutup tahun 2025 dengan fondasi yang relatif solid. Pertumbuhan aset yang jauh di atas rata-rata industri dan laba yang tetap meningkat menjadi modal kuat memasuki tahun berikutnya.

Kebijakan DPR yang lebih baik dibanding tahun lalu semakin mempertegas komitmen perseroan terhadap pemegang saham. Seluruh mata kini menunggu keputusan final yang akan ditetapkan dalam forum resmi perusahaan.

Terkini

Persiapan Transportasi Aman Nyaman Sambut Mudik Lebaran

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:37:53 WIB

Pesona Kereta Api Lambat dengan Panorama Memikat

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:37:53 WIB

Tiket Kereta Api Lebaran Masih Tersedia Melimpah

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:37:52 WIB

Otomotif Indonesia Bersinar di Osaka Auto Messe 2026

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:37:52 WIB

Inovasi Otomotif iCar V23 Tarik Ribuan Pengunjung

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:37:52 WIB