JAKARTA - Perum BULOG resmi memperkenalkan skema asuransi pertanian melalui program “Bulog Peduli Petani”.
Program ini dilaksanakan untuk memberikan perlindungan tambahan bagi petani menghadapi berbagai risiko. Langkah ini mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah setempat.
Asisten II Setda Lombok Timur menekankan pentingnya mitigasi risiko bagi masyarakat yang mayoritas hidup dari sektor pertanian. Ia menyoroti bagaimana perubahan cuaca dapat memengaruhi produktivitas pertanian. Dukungan ini diharapkan memperkuat ketahanan petani dalam menghadapi tantangan alam.
“Program ini sejalan dengan kebijakan SMART pemerintah daerah dalam membangun masyarakat tangguh,” ujarnya. Ia menambahkan, ketahanan ekonomi petani sangat penting menghadapi fluktuasi harga komoditas. Terutama menjelang periode permintaan tinggi seperti Ramadan.
Fokus Perlindungan Terhadap Risiko Panen
Langkah strategis ini ditujukan untuk melindungi petani dari risiko gagal panen. Risiko tersebut mencakup perubahan iklim ekstrem, serangan hama, hingga bencana alam. Dengan adanya asuransi, petani memiliki jaminan untuk meminimalkan kerugian.
Lombok Timur dipilih sebagai lokasi uji coba nasional bersama beberapa daerah lain. Pemilihan ini karena posisi strategis Lombok Timur sebagai sentra produksi padi. Selain itu, daerah ini menjadi mitra penting BULOG dalam menjaga ketersediaan pangan.
Para petani diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari program ini. Asuransi pertanian diharapkan meningkatkan rasa aman dalam bercocok tanam. Hal ini sekaligus mendukung stabilisasi harga pangan di pasar.
Mekanisme Asuransi Parametrik
Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG menjelaskan skema asuransi yang diperkenalkan. Asuransi ini bersifat parametrik dan berbeda dengan asuransi konvensional. Keunggulannya terletak pada kemudahan klaim yang lebih cepat dan sederhana.
“Klaim asuransi parametrik sangat mudah karena jika parameter tertentu tidak tercapai, petani langsung mendapatkan penggantian,” jelasnya. Dengan mekanisme ini, petani tidak perlu menunggu gagal panen total. Sistem ini menjadi solusi praktis menghadapi ketidakpastian alam.
Selain itu, BULOG berencana mengombinasikan asuransi ini dengan asuransi konvensional. Skema hybrid ini bertujuan memberikan perlindungan maksimal. Petani dapat menikmati dua mekanisme sekaligus untuk mengurangi risiko.
Bantuan Premi dan Luasan Lahan
Pada tahap awal, BULOG memberikan bantuan premi untuk lahan 125 hektare. Lahan ini dikelola oleh kelompok tani mitra Dinas Pertanian Lombok Timur. Program ini menjadi langkah konkret untuk memulai implementasi di lapangan.
Perwakilan petani mengakui bahwa kondisi cuaca saat ini membuat tanaman tidak tumbuh optimal. Beberapa tanaman bahkan mengalami pertumbuhan kerdil. Mereka berharap asuransi ini bisa diperluas ke komoditas lain seperti hortikultura.
Selain padi, cabai menjadi salah satu komoditas yang rentan terhadap penyakit saat musim hujan. Dengan asuransi, kerugian akibat gagal panen dapat diminimalkan. Petani dapat fokus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
Harapan dan Implementasi di Lapangan
Petani kini mulai didorong untuk mendaftar asuransi dengan menyerahkan KTP. Hal ini menandakan tahap awal implementasi program sudah berjalan. Mereka menyambut baik perlindungan tambahan ini.
Harapannya, jika terjadi gagal panen karena cuaca ekstrem, klaim asuransi dapat menutupi kerugian. Program ini sekaligus meningkatkan rasa aman dan motivasi petani. Dengan demikian, ketahanan ekonomi mereka akan lebih terjaga.
Program “Bulog Peduli Petani” tidak hanya memberikan perlindungan finansial. Namun juga menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah daerah, BULOG, dan petani. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan pertanian yang lebih tangguh di Lombok Timur.